Pages

Wednesday, June 8, 2022

Young at Heart

 "Jadi orang seumuran 70 tahun pun harus ikut perang? Kok gitu?"tanya bungsuku.

Bacaan 2 tahunan Alkitab kami tibalah di kitab Bilangan. Bilangan 1 rupanya menggelitik pikirannya."Jadi usia 20 tahun ke atas yang sanggup berperang ini maksudnya untuk menghitung pasukan ya? Kok tidak ada batas usia maksimalnya?Kalau lanjut usia kan mana bisa perang?"demikian protesnya.

Bungsuku terus mempertanyakan pencatatan yg dilakukan Musa ini. 

"Menurutmu, usia lanjut itu saat umur berapa sih? Terus kenapa dia tidak bisa ikut perang kalau lansia?kalau masih kuat angkat senjata ya boleh donk?" tanyaku balik padanya, ikut asik menyimak pemikirannya.


Percakapan kami berlanjut membicarakan batasan usia lanjut di Indonesia yang dipatok 65 tahun ke atas. Beda dengan WHO yang menganggap 60 tahun ke atas itu sudah lansia. Belum lama juga ibunda saya mengurus kartu lansia dan dengan kartu itu ia boleh dapat diskon tiket kereta api. 


Pikiran ini jadi terus merenungkan usia lanjut. Benarkah patokan usia itu relevan? Bukankah umur itu hanyalah angka? Lihatlah kaleb bin yefune yang tetap kuat angkat senjata dan turut berperang meski sudah lanjut usia. Sejauh masih kuat pegang senjata,why not??


Mungkin itu pula alasannya tidak ada batasan usia maksimal dalam pencatatan Musa. Tidak bisa dimutlakan bahwa semua yang usianya 65 tahun keatas itu tak berdaya. Tengoklah Bernice Bates yang di usia kepala 9 masih aktif mengajar Yoga. Ia menutup usia tahun 2020 di umur 99 th dengan catatan bahwa ia masih aktif mengajar Yoga di tahun terakhir hidupnya! 


Usia hanyalah angka bagi mereka yang memilih untuk terus semangat dalam berkarya. Aku mau memilih kehidupan di setiap tawaran yg disodorkan. Bukankah pilihan ada di tanganku?


 Aku mau masa tuaku hanya sekedar angka, namun semangat muda terus menggelora di dada. Sembari menutup tulisan ini saya setel lagu Young At Heart nya Barry Manilow 


No comments: