Pages

Sunday, March 22, 2020

Day 22 Journey



Amsal 31:22
Ia membuat bagi dirinya permadani, lenan halus dan kain ungu pakaiannya. (TB)

She makes her own clothing, and dresses in colorful linens and silks. (MSG)

She maketh herself coverings of tapestry; her clothing is silk and purple (KJV)

Kalau bisa membuatnya sendiri, mengapa harus membeli? Prinsip ini tidak harus diterapkan berkaitan pakaian saja.
Namun seseorang cenderung lebih memilih beli jadi, terima beres, karena kualitas buatan sendiri biasanya kurang memuaskan. 
Beli jadi hasilnya lebih rapi dan awet. Buatan sendiri tidak seawet, serapi dan seindah itu.
Tetapi salah satu cara hidup yang patut dilatihkan dalam diri kita adalah "The habit of perfect execution", menurut Charlotte Mason, kebiasaan ini seyogyanya dilatihkan sejak dini pada anak-anak. Anak-anak dibiasakan memberikan yang terbaik dari diri mereka untuk setiap pekerjaan yang dilakukannya. Tidak ada prakarya yang jadi sampah, semuanya bisa digunakan karena hasil kerjanya berkualitas.
Seorang wanita yang punya "The habit of perfect execution" tidak akan menghasilkan produk asal-asalan. No floppy works allowed! She gives her best effort everytime she knits, sews, cooks, etc.

Ia pun tahu memilih kualitas bahan yang akan dipakainya. Ia tidak sembarang belanja, ia tahu kisaran harga dan tips memilih barang yang akan dibeli. Jika ngobrol dengan para ibu rumah tangga yang sudah terbiasa belanja ke pasar, kisaran harga daging ayam , ikan, sayur dan buah , sepertinya sudah hafal tuh , ia akan segera tahu kalau harganya miring atau harganya kemahalan! 

Lenan halus dan kain ungu sutra yang dibuat wanita Amsal 31 ini adalah bahan pakaian kualitas premium di zamannya. Ia membuat sendiri sprei, permadani dan pakaiannya. Ia tidak malu mengenakan barang buatan sendiri, karena ia yakin dengan kualitas buatan tangannya. 

Pastikan kita punya juga "the habit of perfect execution" dalam mengerjakan tugas apapun juga. Sikap mau mengerjakan dengan all out inilah yang membuat beda hasil kerja seseorang. Jangan berhenti  meningkatkan diri dengan mempelajari skill-skill baru yang bisa memperkaya kehidupan kita. Belajar menu-menu baru. Belajar menjahit. Belajar menyulam. Belajar kaligrafi. Never stop learning, so we never stop growing! Ignite the passion and love of learning to our kids and others around us by doing so.

Pertanyaan untuk direnungkan:
Apakah saya sudah menerapkan the habit of perfect execution ini dalam melakukan tugas-tugas saya? Apakah saya mau terus belajar dan upgrade skill baru yang akan memperkaya hidup saya? 

No comments: